Pelatihan pemanfaatan sampah menjadi kerajinan bernilai ekonomi digelar di Desa Padang Panjang selama dua hari, yakni pada tanggal 27 hingga 28 April 2026, bertempat di Taman Wisata Menanti Laburan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak dan kreatif.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai dampak negatif sampah apabila tidak dikelola dengan baik, mulai dari pencemaran lingkungan hingga potensi gangguan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga dibekali keterampilan praktis dalam mengolah sampah, khususnya limbah plastik, menjadi produk kerajinan seperti tas dan dompet yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.
Suasana pelatihan berlangsung dengan antusias. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses pemilahan bahan hingga teknik pembuatan produk. Dengan pendampingan dari narasumber yang berpengalaman, masyarakat mampu menghasilkan karya kreatif dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian luas dengan adanya peliputan langsung oleh Tabalong Hari Ini. Dalam liputan tersebut, salah satu perangkat desa, Ibu Ros selaku Kasi Pelayanan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut mampu meningkatkan kreativitas masyarakat desa serta membuka wawasan baru dalam memanfaatkan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Untuk melihat liputan lengkap kegiatan tersebut, dapat diakses melalui tautan berikut:
https://youtu.be/QyMPFNFaljs?si=rFda-hw5b2VBjcNN
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Padang Panjang terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu membuka peluang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui pemanfaatan sampah sebagai bahan baku produk kerajinan yang berpotensi untuk dipasarkan.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong perubahan pola pikir masyarakat, bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan dapat diolah menjadi sumber manfaat dan peluang usaha yang menjanjikan.