Pada awal bulan Oktober tahun 2025, Pemerintah Desa Padang Panjang yang bekerja sama penuh dengan PT. FAM (Famili Agrowisata Mahakarya) dan PT. Adaro melaksanakan program pelatihan budidaya bawang merah di Desa Padang Panjang. Program pelatihan ini berlangsung selama 3 bulan mulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desember.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat setempat untuk bertani dan berkebun, sekaligus untuk menggali potensi desa secara lebih mendalam. Program ini diadakan bukan tanpa alasan atau hanya sekedar program iseng-iseng saja, dilihat dari kondisi demografis masyarakat Desa Padang panjang yang berprofesi sebagai Petani Pekebun lumayan banyak, maka hal ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, program pelatihan ini diawasi dan dibimbing langsung oleh tim khusus CV. Bengkel Mimpi Nusantara yang merupakan tenaga ahli budidaya flora dari Kota Malang, Jawa Timur.
Program ini tentu disambut baik oleh masyarakat setempat karena jarang-jarang masyarakat bisa mendapatkan ilmu seputar budidaya bawang merah langsung dari pakarnya. Terlebih lagi bagi para Petani Pekebun yang memiliki minat tinggi dan bertujuan untuk membuka lahan sendiri tetapi masih bingung ingin membudidayakan jenis tanaman apa yang sekiranya cocok untuk jenis atau kondisi tanah di ladang mereka, dan tentu mereka juga memikirkan terkait rasio keuntungan ekonomis yang bisa dihasilkan dari proses budidaya tersebut.

Sebenarnya, pemilihan bawang merah sebagai objek pelatihan bukan hal yang ditetapkan secara mutlak dari awal, melainkan pihak PT. FAM dan CV. Bengkel Mimpi memberikan beberapa opsi terkait jenis vegetasi yang bisa dan kemungkinan besar cocok untuk dibudidayakan di Desa Padang Panjang, opsi tersebut terdiri dari vegetasi cabai, jagung, dan bawang merah. Kemudian, dari hasil kesepakatan bersama masyarakat terpilihlah Bawang Merah sebagai vegetasi yang digunakan dalam program pelatihan tersebut.
Lahan demplot atau lahan percontohan yang dijadikan sebagai tempat budidaya bawang merah dalam proses pelatihan ini merupakan lahan milik salah satu tokoh masyarakat yang bernama H. Sokhidin, beliau menyediakan lahan seluas 2000 m2 untuk mendukung program tersebut. Lahan ini diolah dan dirawat secara gotong royong oleh masyarakat setempat, dalam program pelatihan tersebut terdapat kurang lebih 10 orang yang secara aktif mengelola lahan dan melakukan perawatan terhadap bawang merah yang sudah ditanam.


Menarik untuk kita ketahui bersama bahwasanya bibit bawang merah yang digunakan dalam program pelatihan tersebut dikirim langsung dari Malang ke Desa Padang Panjang dan merupakan bibit unggulan yang bisa kita lihat dari ukurannya yang lebih besar daripada bawang-bawang lokal yang ada di kalimantan Selatan.

Dari dilaksanakannya program pelatihan budidaya ini diharapkan masyarakat Desa Padang Panjang mampu memanfaatkan sebaik mungkin momen penting tersebut dan dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Program ini juga akan menjadi bahan pertimbangan untuk program pemerintah yang lebih besar skalanya, yaitu Program Ketahanan Pangan Desa. Tidak menutup kemungkinan Desa Padang Panjang akan membuka lahan bawang merah tambahan demi bisa mengsukseskan program ketahanan pangan tersebut, dengan catatan program pelatihan tersebut bisa dikatakan sukses dan meraih hasil ekonomis seperti yang sudah diperkirakan sejak awal.