Pada hari Kamis, 14 Mei 2026, Bapak Noor Fajri, salah satu Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan reses di Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dari masyarakat setempat. Dalam agenda tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.
Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat ialah terkait kondisi jalan desa yang mengalami kerusakan di sejumlah titik dan dinilai dapat mengganggu aktivitas serta keselamatan pengguna jalan. Warga berharap adanya percepatan perbaikan infrastruktur jalan agar mobilitas masyarakat, khususnya untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan, dapat berjalan lebih lancar.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti kondisi kabel listrik di pinggir jalan yang dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan pengendara maupun pejalan kaki yang melintas. Warga meminta adanya penataan serta perawatan jaringan kabel listrik agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan, terutama pada saat cuaca buruk maupun musim hujan.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat turut menyampaikan sejumlah persoalan terkait ketahanan pangan berkelanjutan. Beberapa warga berharap adanya dukungan pemerintah berupa bantuan sarana pertanian, peningkatan akses pupuk, hingga program pendampingan bagi petani guna menjaga produktivitas hasil pertanian di desa.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kalsel menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah maupun instansi terkait. Ia juga meminta kepada masyarakat maupun pihak desa agar aspirasi yang disampaikan dapat dituangkan dalam bentuk surat permohonan resmi sehingga dapat diteruskan kepada dinas terkait, bahkan hingga kepada Bupati Kabupaten Tabalong untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.
“Silakan dibuatkan surat permohonan secara resmi agar nantinya dapat kami sampaikan dan koordinasikan dengan dinas terkait maupun pemerintah daerah,” ujarnya dalam dialog bersama warga.
Kegiatan reses diakhiri dengan sesi diskusi bersama masyarakat.